5 Cara Menerapkan Gaya Hidup Stoicism bagi Gen Z

Stoicism Stoicism

hawaiiycc – Apa Itu Stoicism? Stoicism adalah suatu prinsip hidup menyelaraskan diri dengan alam untuk mengarah pada kehidupan yang bahagia yang menekankan ketenangan pada individu ketika menghadapi perasaan atau situasi yang sulit. Menerapkan stoicism di kehidupan sehari-hari bisa membantumu berpikir lebih logis, membuat perasaan lebih tenang, dan juga memutuskan segala hal tanpa gegabah.

Kebahagiaan ini dapat ditemukan dengan menerima dunia secara apa adanya, sehingga membuat kita bertahan dari rasa sakit akibat keinginan atau ketakutan. Emosi negatif yang sangat intens membuat kamu merasa tidak bisa menkontrol kondisi emosionalmu? Pastinya semua orang pernah mengalami hal ini.

Nah, Kalau kamu ingin merasa lebih tenang atau ingin mengubah hidup menjadi lebih positif, ada baiknya jika kamu mulai mempelajari stoicism. Perilaku stoicism ini menekankan ketenangan pada individu ketika menghadapi perasaan atau situasi yang sulit. Filosofi stoicism ini bisa membantumu menemukan ketenangan dan kebahagiaan, baik di kehidupan pribadi maupun di tempat kerja.

Gaya hidup ini sangat efektif untuk membantumu berpikir lebih logis, membuat perasaan lebih tenang, dan juga memutuskan segala hal tanpa gegabah. Terdengar menarik bukan?

Berikut cara menerapkan Gaya Hidup Ala Stoicism bagi Gen Z :

Pahami Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dikendalikan

Stoicisme mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan seperti pikiran dan perasaan kita. Berarti kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang ada di luar kendali kita. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak situasi yang di luar kendali kita, seperti cuaca, opini orang lain, atau hasil dari suatu kejadian. Sebaliknya, cara kita merespons dan tindakan kita berada dalam kendali kita bukan berada di kendali orang lain.

Apa aja sih yang bisa di kontrol dan yang tidak bisa kita kontrol?

Hal yang bisa kita kontrol :

  • Mindset kita dan Reaksi terhadap suatu hal :

Kita bisa memilih untuk bagaimana kita bereaksi akan situasi yang stressful, kita juga dapat memilih untuk fokus pada hal-hal yang positif atau kita akan terjebak dalam pikiran negatif. Kita juga bisa memilih untuk bereaksi dengan tenang dan rasional, atau kita bisa terbawa emosi.

  • Perilaku kita menanggapi suatu hal dan tindakan yang kita ambil

Kita mempunyai kontrol apa yang ingin kita lakukan dan bagaimana menghabiskan waktunya. Kita juga bisa memilih untuk melakukan aktivitas yang positif untuk mengatasi stress, seperti bermain game, meditasi, atau menghabiskan waktu dengan healing di tempat wisata.

  • Lingkungan

Kita bisa memilih untuk menciptakan lingkungan yang lebih ketenangan dan nyaman. Contohnya kayak kita tata kamar kita biar lebih nyaman atau mengatur ruangan kerja biar lebih rapi atau bisa juga dengan menghabiskan waktu di alam untuk menenangkan pikiran.

Hal yang tidak bisa kita kontrol :

  • Tindakan dan Opini Orang Lain

kita tidak bisa mengendalikan apa yang dipikirkan atau dilakukan orang lain, termasuk orang-orang yang membuat kita stress. Sadari bahwa pendapat orang lain lebih mencerminkan pengalaman hidup mereka sendiri daripada diri anda. Jadi kamu bisa ambil kritik yang membangun untuk perbaikan diri, dan abaikan komentar negatif yang bertujuan menjatuhkan.

  • Kejadian yang ada di Luar kendali

Kita tidak bisa mengendalikan dunia seperti cuaca, bencana alam atau kecelakaan. Kamu harus mengakui bahwa situasi tersebut tidak dapat diubah jadi berhenti membuang energi untuk mengendalikan hal yang mustahil.

  • Kejadian yang sudah berlalu

Kita tidak bisa mengubah masa lalu, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Lepaskanlah beban masa lalu dan terima kenyataan. Kamu harus berfokus pada masa depan tetapi kita bisa belajar dari masa lalu itu dan move on.

Nah, dengan fokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol, pikiran kita pun akan menjadi lebih tenang dan kita bisa mengambil tindakan penting dengan kepala dingin.

Lebih Sering Bersyukur dengan Hidup Kita Sendiri

Mulailah dengan lebih menghargai apa yang sudah kita miliki dan bersyukur atas segala hal dalam hidup. Kita pun menjadi lebih bisa menikmati momen-momen kecil dan melihat sisi positif dari setiap situasi.

Ketidakpuasan hanya akan menimbulkan perasaan negatif yang tidak berujung. Kunci untuk merasa cukup dan bahagia adalah dengan merasa bahwa kamu telah memiliki segala hal yang kamu butuhkan. Percaya dengan pernyataan tersebut memang menjadi hal yang sulit, terutama jika nyatanya kamu masih membutuhkan banyak hal. Maka dari itu, kamu harus belajar bersyukur akan yang kamu miliki saat ini, itu akan mengurangi stres kamu dan kecemasan, serta meningkatkan kepuasan hidup.

Dengan mensyukuri apa yang kamu miliki saat ini, kamu cenderung memiliki kesehatan mental yang baik karena lebih bahagia atas bermacam-macam rezeki yang terkadang tidak orang sadari. Hargailah pencapaian diri anda sendiri kita tetap berfokus pada kelebihan sendiri dan tidak iri pada keberhasilan orang lain. Rasa cukup membuat hidup terasa lebih ringan dan bahagia, bukan dari banyaknya harta.

Jangan biarkan Emosi Menguasai Pikiran Kita

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti ada aja yang bikin emosi kan? mengendalikan amarah bukan berarti menekan perasaan tapi justru tentang mengekspresikan emosi secara sehat. Teknik sederhana seperti mengambil jeda atau menarik napas dalam-dalam.

Dengan kesadaran diri dan strategi psikologis, emosi tersebut bisa diarahkan menjadi energi positif. Mengendalikan diri bukan hanya membuat hidup lebih tenang, tetapi juga menjaga hubungan tetap harmonis. Saat emosi memuncak, cobalah diam beberapa detik untuk menghindari reaksi spontan yang bisa menyakiti orang lain atau kamu bisa nih coba atur pernapasan. Teknik pernapasan dalam membantu menurunkan ketegangan fisik seperti menghirup udara secara perlahan lalu menghembuskannya dapat menenangkan sistem saraf.

Kamu juga bisa mengalihkan ke aktivitas fisik seperti olahraga, berjalan kaki atau menulis jurnal jika kamu sedang dalam keadaan emosi, cara ini membantu kamu menyalurkan energi positif tanpa melukai siapapun.

Coba deh kamu ubah Mindset kamu, kamu harus sadar bahwa kalau kamu marah seringkali dipicu sama opini orang lain. Kalau kamu ubah sudut pandang mindset kamu dan berpikir opini orang lain tidak bisa mengubah kita tapi kita sendiri yang bisa mengubah diri sendiri. Bicarakan dengan tenang jika amarah muncul karena orang lain, sampaikan perasaan secara jujur dan tegas, bukan dengan teriakan atau kata-kata kasar.

Memangnya mengendalikan emosi itu penting ? Penelitian psikologi menemukan bahwa marah berlebihan tidak hanya berpengaruh pada kondisi mental, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik seperti resiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung hingga stres kronis dapat meningkat ketika emosi meledak tanpa kendali. Emosi yang tidak terkendali sering kali memperburuk hubungan, baik dalam hubungan personal maupun profesional.

Kesadaran diri juga penting supaya kamu bisa menyadari bahwa kamu sedang marah hingga emosi sudah meledak. Padahal, mengenali tanda-tanda awal seperti wajah memanas, jantung berdegup kencang, atau otot yang menegang bisa menjadi alarm untuk segera mengambil langkah pencegahan. Misalnya kalau kamu terjebak macet dan mulai kesal, mendengarkan musik atau podcast bisa menjadi pengalih perhatian yang menenangkan.

Gaya hidup sehat juga berpengaruh terhadap kestabilan emosi. Kurang tidur, pola makan tidak teratur, serta stres berkepanjangan membuat seseorang lebih mudah emosi. Dengan menjaga kesehatan fisik kamu bisa mengatur emosi menjadi lebih seimbang.

Hargai Waktu dan Gunakan dengan Bijaksana

Gunakan waktu dengan bijaksana melalui disiplin, menetapkan prioritas, dan kalau bisa jangan menunda apa yang ingin kamu lakukan agar hidup lebih produktif dan bermakna.

Pentingnya menghargai waktu dan menggunakannya secara bijaksana membantu kamu untuk bisa fokus pada tindakan yang dapat membawa diri menuju tujuan yang diinginkan. kesadaran bahwa waktu itu terbatas dan tidak dapat diperbarui. Stoikisme mengajarkan untuk memperlakukan waktu lebih berharga daripada uang, melindunginya, dan menggunakannya dengan bijak karena manusia memiliki umur yang singkat. Jadi kita harus berhenti membuang waktu untuk mencemaskan peristiwa luar atau kehidupan orang lain dan berfokus pada tindakan dan respons diri sendiri.

Waktu harus diinvestasikan untuk pengembangan diri dan hal-hal yang benar-benar bermakna bukan untuk di habiskan menyesali masa lalu dan menghawatirkan masa depan. Stoicism mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam kekhawatiran atau hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, melainkan untuk berfokus pada apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk mencapai tujuan jangka panjang. Pengelolaan waktu merupakan salah satu prinsip penting, karena kita tidak tahu seberapa banyak waktu yang kita miliki di dunia ini.